Menyalurkan Bakat adalah memberi jalan kepada hal yang disukainya untuk bisa makin berkembang dan memberinya banyak manfaat/hasil
Seperti halnya menyalurkan bakat menyanyi agar kelak bisa jadi Penyanyi, menyalurkan bakat bermusik agar kelak bisa berprofesi sebagai Pemusik dan yang lainnya
Namun ada juga kita dengar orang2 sering mengatakan ". . saya hanya suka/senang mendengarkan musik saja tapi tidak bakat bermain musik . ." " saya memang suka sekali makanan tapi tidak bakat masak memasak . . " dan yang lainnya
Adakah orang yang berbakat musik tidak senang mendengarkan musik ? pernahkah ada Juru Masak itu bukan orang yang menggemari masakan ?
Saya ingin mengatakan bahwa orang2 ini sebenarnya belum mengetahui arti Bakat itu sesungguhnya, sehingga mereka mengartikannya secara salah
Ungkapan seperti ini kalau keterusan hanya akan merugikan mereka sendiri, karena secara tidak langsung akan membunuh benih bakat yang sebenarnya telah ada pada diri orang tersebut
Kata orang bijak "Janganlah memberi batasan pada diri sendiri, kecuali kita memang tidak ingin berkembang, namun bersikaplah seperti Gentong yang terbuka tutupnya dan siap menerima air hujan yang akan segera memenuhinya"
Bakat memang selalu berawal dari rasa suka/senang (ketertarikan) akan sesuatu hal yang kemudian dikembangkan, atau dengan kata lain bakat adalah obsesi pengembangan rasa ketertarikan tersebut
Jadi apabila rasa suka, rasa senang, rasa gemar, rasa asyik atau apa lagi itu sudah disadari dan kemudian terobsesi untuk mau mengembangkannya, niscaya nanti akan berbuah yang namanya Bakat
Merasalah berbakat karena Anda telah benar2 menyukainya dan apabila Anda telah merasa berbakat, maka mulailah menyalurkan bakat tersebut guna memetik manfaatnya
Kapan Anda akan memulainya ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar