Selasa, 31 Maret 2009

Mengasah Bakat Biar Tidak Berkarat

Bila menyalurkan bakat adalah suatu upaya yang berhubungan dengan faktor diluar diri orang tersebut (Eksternal Activity), maka mengasah bakat adalah suatu upaya ke dalam diri orang tersebut (Internal Activity)

Ungkapan ini sebenarnya hanya bentuk penajaman dari ungkapan2 lain yang telah dibahas pada tulisan yang lalu seperti menyadari bakat, menggali sumur bakat, menumbuhkan bakat dan lainnya
Mengasah untuk menajamkan dan meruncingkan Bakat itu adalah sangat penting

Masih ingat Bakat itu Pensil ?, mengasah berarti kita hendak menajamkan sesuatu agar setelah tajam bisa dengan mudah dipergunakan untuk memotong, menyayat dan mengiris
Mungkin juga tidak hanya membuatnya tajam tapi juga membuatnya runcing, agar setelah runcing bisa dengan mudah dipergunakan untuk melubangi, menusuk dan menikam

Perhatikan kata "dengan mudah" pada kalimat2 di atas tadi, ternyata "dengan mudah" adalah hasil daripada mengasah tadi, atau dengan kata lain bila tidak diasah pastilah tidak mudah atau sulit bila nanti akan dipergunakan
Betapa pentingnya hal mengasah ini, betapa pentingnya membuatnya tajam dan runcing agar bisa kelak mudah dipergunakan tanpa menemui banyak kendala/kesulitan

Sekarang bagaimana caranya kita Mengasah Bakat ? jawabannya sederhana saja yaitu dekat2lah senantiasa dengan obyek Bakat itu, misalnya Bakat Musik, maka dengarlah musik sesering mungkin, lihatlah orang bermain musik sesering mungkin dan resapilah makin mendalam secara terus menerus

Perhatikan kata "sesering mungkin" dan "terus menerus" , karena inilah juga cara orang mengasah, makin lama diasah makin tajam, makin runcing, makin berkilau, makin cemerlang
Pisau yang dibiarkan saja tidak diasah bukan hanya akan tumpul dan tidak tajam tapi juga akan kotor dan mudah berkarat, tapi Pisau yang Tajam dan Runcing karena sering diasah sudah barang tentu Tidak Berkarat

Apakah Anda tidak mempercayainya ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar